Raditya Dika dan Mimpi

Ceritanya dimulai dari gw bangun tidur tadi. Pagi itu sebelum gw bangun tidur, gw mimpi (bukan mimpi basah loh).

GW MIMPI TENTANG RADITYA DIKA SEMINAR DI SULAWESI *DOOONGGGG.

Kenapa sulawesi? Ya gw gatau, namanya juga mimpi. Kenapa gw mimpiin Raditya Dika? Duh gw gatau juga dah, gw gak pernah mikirin dia loh padahal (iyalah, emang gw hombreng-_-).

 

Di mimpi gw, Raditya Dika seminar tentang penulisan. Bagaimana cara menjadi penulis yang baik dan benar, dan juga lawak (poin terakhir ini penting loh). Seperti biasa dia kalo seminar pastinya selalu dibumbui dengan unsur lawakannya, stand up comedy maksudnya. Yang keren dari stand up nya, materinya itu baru tjuy, gak lagi-lagi ngomongin tentang naga indosiar atau main tutup telpon. Akhirnya setelah sekian lama, Radit punya materi baru juga buat bahan lawakannya.

Di mimpi gw itu, gw bukan sebagai penonton seminar. Tapi sebagai tukang sound sistem. Sedih loh ini. Gw sebagai orang yang membuat mimpi tapi malah berperan sebagai tukang sound sistem. Sungguh ironi di atas ironi *kata spongebob. Tapi itu gak penting. Yang penting, apapun profesinya, gw harus do the best *sadis. Jadi gw mencoba untuk menjadi tukang sound yang pro di sini. Ah gw harus hati-hati biar gak kesetrum kabel.

 

Lanjut… karena gw lupa lawakannya dia apa aja, jadi gak akan gw tulis di sini. Walaupun cuma jadi tukang sound sistem, tapi gw gak nyesel. Gw jadi bisa nonton live dari deket. Alhamdulillah. Selama dia ngelawak, gw terus-terusan ngakak, berenti, ngakak, berenti, dan lelah. Mengocok perut, tapi tidak mengocok yang lain (yang lain apa emang? Ah sudahlah). Saking ngakaknya, gw gatau apakah dalam keadaan tidur pun gw ikut-ikutan cengengesan, ketawa-ketiwi apa engga? Hanya Allah dan temen sekamar gw lah yang tau.

 

Ohiya, ada adegan yang masih gw inget disini. Yang gw inget, di sela-sela lawakannya, ada sesi tanya jawab. Si penanya bilang “saya senang Olga datang kesini (re: Radit)”. Dan tiba-tiba…. Zreeetttttt *efekngilang, mimpi gw ganti.

GW JADI MIMPIIN RAFI AHMAD, OLGA, SAMA PROJECT POP LAGI BIKIN VIDEO KLIP.

Reaksi gw saat berganti adegan ini adalah bingung. “Aseem mimpi gak danta macem apa lagi ini? Asli banget gak danta” pikir gw. Yang tadinya lagi seru dengerin Radit ngelawak, eh ternyata semua berubah semenjak negara api menye… eh semenjak si penanya menyebut nama Olga. Karena mimpi ini udah gak asik lagi, gw harus out dari semua ini. Gw lelah dengan mereka (kecuali Project Pop). Mereka gak sadar sih betapa bosennya gw liat mereka di TV (sekali lagi, kecuali Project Pop), eh sekarang malah merambah ke mimpi gw. Udah tau gw mahasiswa akhir bulan, gak ada duit buat bayar mereka tampil di mimpi gw, huufflah.

 

Pada akhirnya, alarm hape gw jadi penyelamat. Berkat nada susu murni nasional versi metal gw, mimpi gak danta ini pun akhirnya berakhir juga. Terima kasih alarm. Ini terkesan kaya abis mimpi buruk jadinya -_- lagian main ganti mimpi orang aja sih haha.

Saat bangun, gw cuma matiin alarm dan kembali tidur. Padahal waktu udah menunjukkan pukul 6 pagi. Tapi apa daya, badan ini serasa berat. Beratnya ke bawah. Gaya gravitasi emang sangat berlaku di bogor, apalagi di pagi hari.

Tapi sebelum kembali tidur, gw liat Wendy sama Azmi nonton suatu video di hapenya Wendy. Suara dari video itu serasa gak asing di telinga gw. Karena gw kepo, gw coba dekati mereka berdua, ikutan nonton. Dan ternyata yang mereka tonton adalah…. Jeng jeng jeng…

VIDEO SEMINAR RADITYA DIKA DI SULAWESI.

Oh meeenn, ternyata mimpi yang gw mimpiin (mimpi tentang Radit, bukan Olga), itu bukan asli buatan mimpi gw. Mimpi gw telah dipengaruhi oleh videonya Wendy. Jadi secara gak langsung gw telah membajak mimpi. Ya membajak mimpi. Gw udah melanggar UUD tentang pembajakan mimpi kayanya nih. Wen wen, kalo nyetel video jangan kenceng-kenceng makanya, jadi gw mimpiin kan tuh video lu.

Reaksi gw:

“Lah, gw mimpiin ini tadi Wen, tapi ternyata ini ulah hape lu” kata gw.

“Lu kenapa tong? Ngigo?” kata Wendy.

“Ini nih gw mimpiin video ini. Aseem”.

“Hahahah peleh lu fin” kata Azmi.

Gw nonton video Radit yang seminar di sulawesi di hapenya Wendy. Dan kejadiannya itu sama persis kaya apa yang gw mimpiin.

Karena seru, jadi gw tonton berulang-ulang haha.

Lalu temen gw Taufik dateng ke kamar dengan style mau kuliah.

“Fin, lu kuliah jam berapa?” tanya Taufik.

“Jam 7 pik” jawab gw sambil nonton video Radit.

“Sekarang jam berapa peleh”

“Jam se-te-ngah 7 le-wat 10” jawab gw dengan nada pemenggalan kata sambil liat jam hape.

“Ooooh yaudah gapapa, nonton aja fin, masih lama kok kuliahnya” kata Taufik dengan nada ngeledek.

Asem nih orang nyindir, tapi gapapalah, untung diingetin. Yasudah abis itu gw langsung mandi dan siap-siap kuliah.

 

Nb: Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah bahwa mimpi kita bisa dipengaruhi oleh faktor luar yang memiliki dimensi kelima indra, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Jangan heran kalau kita lagi mimpi, terus bangun, terus merasakan bahwa kita habis memimpikan apa yang sedang terjadi di sekitar kita, kaya contoh di atas.

Jadi, hati-hatilah dalam bermimpi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s