Cerita Basi : Kisah di Malam Itu …

Malam itu, aku pulang sendirian. Sendiri. Ya sendiri. Di tengah gelapnya malam, tanpa ada cahaya bulan di sana, aku berjalan perlahan sambil menikmati aroma hujan yang tercium oleh hidungku. Nampaknya langit akan menangis lagi untuk yang kedua kalinya. Ah aku harus cepat. Sebelum aku diserang oleh pasukan air yang datang dari langit.

Selama sepuluh menit aku berlari, aku terhenti sejenak. Rasanya dada ini mau meledak. Ah ternyata aku hanya lelah. Aku berhenti sejenak dan duduk di trotoar jalan. Sambil duduk, aku membuka handphone. Ah ada SMS. Aku tidak sadar ada SMS yang masuk. Oh ternyata ini SMS dari satu jam yang lalu. Aku mencoba membukanya dengan perasaan deg-degan. Aku merasa takut untuk membukanya. Tangan ini bergetar dengan hebatnya. Aku melihat-lihat sekeliling, khawatir kalau ada yang sedang membuntutiku. Aku membukanya…. Dan isinya…..

“DIBILANGIN JANGAN BANTING PINTUNYA KERAS-KERAS! GUE GENTAYANGIN LOH”

“AARRRGGGHHHHHH” aku berteriak keras dan melempar hapeku sejauh mungkin. Ternyata dia masih mengikutiku.

Dua jam sebelumnya, aku tidak berada di luar rumah sendirian. Aku berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Saat itu aku sehabis pulang dari latihan ninjutsu. Latihan ninjutsu tadi sangat menarik buatku. Aku berlatih merasakan keberadaan makhluk halus yang ada di sekitarku. Aku belum pernah merasakan keberadaan makhluk halus sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya. Guru ninjutsuku membuka chakra yang ada di tubuhku agar aku menjadi sensitif dan bisa merasakan makhluk halus. Dan benar aku merasakannya, tapi tidak melihatnya. Rasanya itu hangat. Ya hangat. Di daerah yang ada makhuk halusnya pasti terasa hangat. Begitu kata guruku dan aku juga merasakan kalau itu benar.

Setelah dua puluh menit sejak latihan itu, guruku memanggil kami semua untuk siap-siap pulang ke rumah masing-masing. Akhirnya latihan berakhir tepat pukul delapan malam.

Jarak rumah dan tempat latihan tidak jauh, jadi aku pulang sendiri dengan berjalan kaki. Selama di perjalanan pulang aku sempat merasakan ada sesuatu yang hangat bergerak mengiringiku. Aku merasa aneh. Sejenak aku berhenti. Oh aku pikir mungkin ini efek dari latihan tadi. Yasudah, aku kembali berjalan pulang. Namun…. Lama-lama aku makin merasa aneh. Aneh sekali. Bulu kudukku mulai berjajar berdiri. Aku merinding. Aku merasa ada yang mengikutiku pulang ke rumah. Tapi di jalan sudah tidak ada orang yang berlalu-lalang. Aku merasa takut. Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari menuju rumah dengan kecepatan tinggi. Aku berlari. Terus dan terus berlari.

Lima menit kemudian aku sampai di rumah. Dari luar rumah, aku langsung masuk sambil tetap berlari dan menuju di kamarku di lantai dua.

“Fien, kenapa masuk ke rumah gak salam dulu? Kok sambil lari-lari gitu?” tanya ibuku yang heran melihatku berlari masuk ke rumah.

“Gapapa ma, lagi latihan lari nih” jawabku sambil berlari dan naik ke lantai dua. Sampai. Aku membuka pintu kamar dan menutup pintunya dengan cepat.

“BRAAAKKK” suara pintu terdengar sampai bawah.

“Alfien, gausah banting pintu, rusak nanti pintunya” kata ibuku yang mendengar gebrakan pintu.

“Iya mah”.

Akhirnya sampai juga di kamar tercinta. Aku langsung berbaring di kasur. Nafasku masih terengah-engah karena lelah.

“ZZrrrttt…zzrrrttt…zzrrrttt”.

Hapeku bergetar. Ah ada SMS masuk. Tapi….. TIDAK ADA NOMOR PENGIRIMNYA.

Sontak aku langsung merasa ada yang aneh. Perasaanku deg-degan. Aku coba memberanikan diri membuka SMS itu. Perlahan aku mendekatkan jariku untuk memencet tombol “buka”. Perlahan-lahan aku memencetnya. Ah terbuka.

Dan isi SMS itu…..

“JANGAN BANTING PINTUNYA KERAS-KERAS DONG, RAMBUTKU KEJEPIT NIH”

Langsung aku terdiam, membeku. Rasanya seperti sedang berada di daerah dengan suhu nol Kelvin. Badanku kaku. Mulutku seakan ingin teriak tapi tak mampu membuka mulut. Aku berusaha bergerak. Menuju pintu. Dan….. LARIIIIIIIIIIIIIII AAARRRRRRGGHHHH……..

Aku berlari dan menutup pintu kamar dengan keras. Ibuku mendengar gebrakan pintu lagi.

“Alfien, kamu kenapa sih daritadi banting pintu, terus teriak-teriak lagi” kata ibuku.

“ADA HANTU DI KAMARKU MAAAAHH AARRRRGGHHH” jawabku sambil berlari turun ke bawah.

“Apa? Hantu?”

Tanpa sadar aku berlari terus sampai ke luar rumah. Berlari jauh meniggalkan rumah.

Itu kisahku dua jam yang lalu. Sekarang aku sedang berteriak setelah membaca SMS yang berisi…

“DIBILANGIN JANGAN BANTING PINTUNYA KERAS-KERAS! GUE GENTAYANGIN LOH”

“AARRRGGGHHHHHH” aku berteriak keras dan melempar hapeku sejauh mungkin. Ternyata dia masih mengikutiku.

“AAARGGGGHHHH GURUUUU, KENAPA KAU TIDAK MENUTUP CHAKRAKU LAGIIIIIIIIIII” teriakku sambil berlari menuju rumah lagi.

Tamat.

 

#CeritaBasiBener-benerBasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s