Puisi di Malam Itu

Jika kau dapat menghadapi semuanya dengan kepala dingin…

Saat mereka semua menyalahkanmu atas segala hal…

Jika engkau percaya diri ketika semua orang meragukanmu…

Dan tetap berusaha menghilangkan keraguan mereka atasmu…

Jika kau menunggu dan tak lelah menunggu…

Atau mencoba tuk berbohong…

Janganlah kau berbohong…

Saat engkau dibenci, jangan kau balas dengan kebencian…

Walau hal tersebut kadang menyakitkan…

Walau kadang beban tersebut terlalu berat untukmu…

Dan engkau lupa semua tujuanmu…

Maka, luapan emosi yang ada dalam hatimu…

Pada akhirnya hanya satu hal yang kau ingat… penyesalan…

Kau telah terhempas…

Kau jatuh dalam jurang penyesalan…

Tak tau apa yang harus dilakukan…

Terbelenggu oleh kesesatan yang kau perbuat…

Kau hanya berharap…

Berharap tuk bisa mulai dari awal lagi…

Tak ingin ulangi kesalahan untuk kedua kalinya…

Dalam hatimu kau bergumam…

“aku tak berguna, semua ingin aku pergi!”…

“harapanku hancur, semua ini salahku!”…

Tetapi… mereka semua khawatir padamu…

Mereka ingin kau kembali…

Mereka sedih kehilanganmu…

Perasaan itu… tatapan kesedihan itu…

Mereka ingin kau tau…

Seberapa besar berartinya dirimu, bagi mereka…

“maafkan aku untuk semua ini”…

Tak apa… kelak kau akan dewasa…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s