It’s Called Ome6a Part 1

Yooow…
Biasa, mau cerita sedikit soal hal-hal yang udah lewat. Judulnya Ome6a, ya? Itu dibacanya Omega, bukan Ome(enam)a. Dan bukan lagi alay juga.

Buat yang belum tau, Omega itu huruf latin yunani terakhir. Terus Omega juga dipake sebagai simbol resistansi atau hambatan listrik di fisika. Ya begitulah kira-kira yang gue tau. Tapi sekarang bukan saatnya ngebahas Omega yang itu, karena gue mau ngebahas Omega yang ini, (yang ini yang mana?).

Omega ini adalah salah satu kelompok di acara WCM (Welcome Ceremony Mathematics), yang ada gue-nya pastinya. Di dalam kelompok ini, selain gue, ada Rian sebagai ketua, Fiqri, Jihan, Tya, Amin, Rhea, sama Eva. Di tiap kelompok udah disediain PJK-nya masing-masing. PJK itu Penanggung Jawab Kelompok (kalo gak salah, kalo salah ya maap). Kebetulan yang beruntung jadi PJK kelompok ini adalah Kak Ria dari Matematika 49. Kak Ria itu cewek loh #yaiyalah.

 

Ome6a

 

Pembagian kelompok untuk WCM ini pertama kali diumumin pas acara Matematika Art Day. Waktu itu hari Senin, tanggal 23 Juni 2014, kita anak Matematika 50 diundang untuk hadir di acara Matematika Art Day. Setelah liat perkenalan dan penampilan komunitas seni dan olahraga dari Gumatika, persiapan untuk acara WCM diumumin di akhir acara. Mulai dari display buku tugas, perkenalan PJK kelompok 1 – 8, perkenalan Komdis, pembagian kelompok, dan terakhir kumpul per kelompok. Di sini nama gue disebut di kelompok 6, kelompok Omega.

Setelah semua kelompok beserta namanya diumumin, kita disuruh kumpul per kelompok. Nah, di sini masalahnya. Gue engga kenal sama sekali sama temen kelompok gue, cuma sebatas tau nama dan tau muka. Yah memang ironis, padahal udah hampir setahun sekelas tapi masih belum kenalan secara official, nasib jadi orang pemalu. Pertama, seperti biasa, pasti disuruh kenalan diri masing-masing dulu. Kak Ria ngenalin dirinya duluan karena dia yang nyuruh. Waktu itu yang gue inget dari perkenalan Kak Ria, dia ternyata orang Bekasi, hiks ketemu kakak kelas seperjuangan haha. Biasanya kalau orang Bekasi, gue selalu nanyain asal sekolahnya dari mana, tapi kali ini engga, engga tau kenapa. Kemudian yang lainnya juga memperkenalkan diri. Oh iya, pas kumpul perdana ini, kelompok 6 engga full team. Jihan sama Tya engga hadir di acara Art Day. Waktu itu gue engga tau Tya itu yang mana orangnya, kalau Jihan tau, orangnya yang gendut nanggung wakakak #SorryJi.

Agenda kumpul kelompok perdana ini yaitu perkenalan, pemilihan ketua kelompok, dan bikin jargon. Perkenalan udah, lanjut ke pemilihan ketua. Karena cowok cuma bertiga, jadi otomatis satu dari tiga cowok ini jadi ketua kelompok. Cewek engga ada yang mau jadi ketua kelompok karena udah hukum alam kalau cowok yang jadi pemimpin #sadisss. Sebenernya kita bertiga yang cowok engga ada yang mau jadi ketua wkwk kocak.
Sewaktu ditanya Kak Ria “eh, siapa nih yang mau jadi ketua? Alfien mau?” Kak Ria nanya gue.
Yaudah gue jawab “mmm…ma… engga deh, kak?” (kampret dikirain mau, jawab Kak Ria dalem hatinya).
“Terus siapa nih?” lanjut Kak Ria.
“Udah Rian aja kak ketuanya.” sambung Fiqri.
Di sini udah mulai ada titik cerah. Kecerahan itu muncul dari mukanya Rian yang bersinar-binar. Senyumnya langsung membuat kita semua terdiam. Semua mata langsung tertuju pada Rian. Terus semuanya jawab… “yaelah, gak ada yang lain apa”, ada yang merespon “Lu aja dah Fiq ketuanya”, yang parah yang responnya gini “yang bagusan dikit kek milihnya” wkwk boong deng, hina banget kayaknya si Rian. Sorry ya, yan, bejanda doang.
Akhirnya ketua kelompok Omega, Rian.

 

SAMSUNG CSC

Penampakkan Rian

Selanjutnya Kak Ria ngasih tau kalau kita harus bikin video perkenalan berupa stop motion, karena nomor kelompok genap kebagian bikin stop motion. Untuk stop motion-nya nanti gue post di blog ini. Dan juga kita harus “show up your talent”. Kelompok ini kebagian nampilin dance sama stand up comedy. Dalam pikiran gue, “Woow… gue gak ada talent-talent-nya di kedua kategori ini, mau jadi apa ntar? -__-“. Tapi yaudah, karena WCM-nya masih 2 bulan lagi, jadi masih bisa selow, sob. Oke lanjut ke jargon. Sewaktu lagi brainstorming buat jargon, kita semua malah “krik” diem aja. Di saat kelompok lain sibuk nyari ide jargon, kelompok ini cuma bisa berdiam diri. Kasian Kak Ria dapet kelompok yang “zoonk” kayak gini, anak-anaknya pendiem semua wkwk.
“Ayo kita bikin jargonnya, ada ide gak nih?” tanya kak Ria dengan ramah. Kita semua masih diem. Diem sambil mikir engga nemu-nemu ide.
“Aduh gimana ya… gini… gini…” Kak Ria heboh sendiri nyari ide jargon sambil gesture.
Berdiam diri ini engga bertahan lama, gue tiba-tiba dapet ide jargon, dan langsung gue lempar ke forum.
“Kak, gini aja…” sambil malu-malu buat meragain.
“Gimana-gimana?”
“Gini kak, Kami dari… O… Me… Ga…, Oooomegaa…” gue memperagakan jargon dengan gaya yang failed.
Respon Kak Ria “Yaudah bagus kok.” sambil mikir-mikir gerakannya.

Tiba-tiba…
“Ya kepada semua kelompok harap berbaris seperti sebelumnya, waktu kumpul kelompok udah habis.” kata MC.
Nahloh, di sini kita bingung. Jargonnya belom fix dan belom ada gerakannya. Tapi, Kak Ria dapet ide.
“Yaudah gini aja jargonnya, “Bukan Sigma bukan Beta, kita dari… O… Me… Ga…, Ooooomega” gitu aja ya.”
“Oke deh kak.” jawab semuanya dengan pasrah.
“Kak pake hentakan kaki aja, soalnya pake tepok tangan udah mainstream.” saran gue buat pemanis jargonnya #yaelahpemanis.
“Oh yaudah gapapa, bagus kok.” jawab Kak Ria.
Kebetulan gue punya ide lagi gimana caranya biar jargonnya jadi keliatan keren (dikit).
“Eh iya kak, pas yang “Oooomega”, badan kita dimajuin ke depan sambil ngomong “Ooooo…” terus terakhirnya langsung silangin tangan di dada sambil ngomong “mega” tapi dengan nada rendah dan di cool-cool-in. Pake suara perut gitu deh.”
“Oh iya-iya, yaudah gitu aja, bagus”
Masing-masing kelompok nunjukkin jargon yang udah dibuat. MC-nya nunjuk kelompok secara acak, suka-suka MC-nya. Ternyata engga semuanya dapet ide jargon yang bagus. Baguslah, kirain kelompok 6 doang yang failed haha. Ada yang pas jargon, lupa lirik. Ada yang pemimpin jargonnya malu-malu buat mimpin jargon. Ada, pokoknya ada-ada aja dah. Setelah beberapa kelompok maju, giliran kelompok Omega yang disuruh jargon. Jargon kita dipimpin sang ketua, Rian. Sebelum itu, kita briefing sekedar, biar lancar.
“Oke, bareng ya bareng, kayak tadi.” kata Rian, “satu… dua… tiga….”

“BUKAN SIGMA, BUKAN BETA, KAMI DARI…” langsung semuanya ngehentak kaki ke lantai. “PRAK PRAK… O… PRAK PRAK… ME… PRAK PRAK… GA… OOOOOOO-Mega” ditutup dengan suara cool.

Terus gimana reaksi peserta lain dan kakak panitia?

Dilanjut nanti deh, part 2-nya nyusul…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s