Dosen PLM dan Matematika Diskret Angkat Bicara

Cerita ini diambil pada saat kuliah Matematika Diskret (aka Matdisk) pada hari Kamis 25 September yang udah lewat kemarin. Lama juga ya. Biasalah mahasiswa gabut yang sok sibuk kayak gue mencoba engga sering nge-post tulisan biar engga disangka mahasiswa gabut (padahal emang gabut).

Oh iya ini cerita sewaktu lagi mau mulai kuliah Matdisk, Pak Sugi mulai intermezzo kuliah dengan mencoba menganalisis masalah matematika anak SD yang kemarin sempet jadi perbincangan di media sosial dan oleh dosen. Bukan Pak Sugi doang sebenernya yang sewaktu kuliah mencoba membahas masalah ini. Dosen Pengantar Metode Komputasi (PMK), Pak Kutha juga sempet ngebahas masalah ini. Tapi waktu Pak Kutha ngebahas ini, gue sama sekali engga tau kalau masalah ini ramai diomongin di media sosial. Gue pikir yang dijelasin Pak Kutha itu salah satu materi PMK. Gini nih efek koneksi internet jelek sama TVless (maksudnya jarang nonton TV).

Nah, balik lagi ke kuliah Matdisk hari Kamis 25 September. Karena gue lagi kurang mood #yaelahkurangmood belajar Matdisk, jadi gue coba iseng merangkum analisa Pak Sugi soal masalah matematika SD yang beliau bicarain. Basic Pak Sugi itu Matematika Murni, jadi beliau ngejelasinnya dengan sifat matematika dari materi kuliah Pengantar Logika Matematika (aka PLM). Harapannya sih setelah gue rangkum kesimpulannya, tulisannya bisa dimuat di Yahoo! News dan jadi Topik Populer dengan judul “Dosen PLM dan Matematika Diskret Angkat Bicara Soal 4+4+4+4+4+4=4×6”. Wiih bakalan keren. Tapi apa daya, kemampuan tulisan yang masih ecek-ecek berharap tinggi kayak gitu, sedih loh ini, hikkss~

Kira-kira begini tulisan yang gue buat sewaktu kuliah Matdisk.

 

Kamis, 25 September 2014, ketika sedang kuliah Matematika Diskret, Bapak Sugi Guritman angkat bicara mengenai perdebatan 4+4+4+4+4+4 apakah 6×4 atau 4×6. Perbincangan mengenai masalah ini hangat dibicarakan dikalangan media sosial. Baru-baru ini seorang anak SD, eh bukan, kakaknya yang protes karena menjawab pertanyaan tersebut dan jawabannya disalahkan oleh gurunya. Kakak dari anak SD tersebut yang membantu pekerjaan rumah adiknya. Keteika sang kakak mengetahui jawaban adiknya disalahkan semua oleh gurunya, ia protes. Sang kakak menulis sebuah kalimat protes di buku PR adiknya. Dan berita itu sontak langsung ramai dibicarakan di media sosial dan juga di kelas kuliah mahasiswa matematika.
Dosen PLM dan Matematika Diskret dari IPB, Sugi Guritman angkat bicara. Beliau mengatakan 4+4+4+4+4+4 = 6×4 atau 4×6 itu sama saja. Karena dari sana berlaku hukum asosiatif. Hukum asosiatif adalah hukum dalam matematika yang memungkinkan suatu fungsi bisa dibolak-balik dan hasilnya selalu sama.

Beliau juga mengatakan bahwa saat ini kita tidak mengerti makna matematika yang sebenarnya. Banyak orang menganggap matematika adalah momok yang menakutkan dalam pelajaran.

β€œMatematika itu adalah maknanya yang penting. Bukan aritmatiknya” Sugi Guritman

Nah itu dia kata-kata Pak Sugi “seinget gue”. Yang penting inget kalimat terakhirnya bahwa Matematika harus bisa kita maknai dengan jelas, bukan sekedar aritmatika atau rumusnya yang kita hafal.

Advertisements

2 thoughts on “Dosen PLM dan Matematika Diskret Angkat Bicara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s